Jumat, 26 April 2019

Komunitas Tatapan Mengelar Diskusi Publik "Dampak Pemilu terhadap Keberlanjutan Pembangunan di Aceh"

Pasca Pilpres, Proyek Strategis Nasional 
di Aceh Harus Berlanjut


BANDA ACEH - Komunitas Tagaseh Tapeujroh Aneuk Nanggroe (Tatapan) dan Political Club dan menggelar diskusi bertajuk "Dampak Pemilu terhadap Keberlanjutan Pembangunan di Aceh" di 3 in 1 coffee shop, 25 April 2019.

Dalam diskusi itu, Muhammad MTA Jubir Sekber Jokowi - Maa'ruf mengatakan, kemenangan Jokowi - Maa'ruf secara nasional dengan kondisi perolehan suara di Aceh membuatnya sebagai tim tidak berani merayakan kemenangan. "Tidak berani kita rayakan, biarkan kawan-kawan di nasional yang merayakan, dan kita harus mengakui kekalahan Jokowi di Aceh," ujarnya.

Namun Muhammad MTA meyakini keberlanjutan pembangunan di Aceh akan terus berlanjut, karena Jokowi tidak ada itikad balas dendam dari pemenangan pemilu.

Sementara itu, Yarmen Dinamika mengatakan, progres Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh berjalan stagnan sehingga perlu adanya lobi intensif Pemerintah Aceh dengan Presiden terpilih pasca pemilu, bahwa Aceh serius terhadap jalannya Program PSN yang sudah ditetapkan di Aceh.

"Peran penting Forbes DPR RI, DPD RI Perwakilan Aceh dalam memastikan Proyek Strategis Nasional di Aceh tetap berlanjut siapapun pemenang Pilpres nantinya," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan akademisi UIN Ar-araniry, Muazzinah. Menurutnya Aceh harus mampu melakukan komunikasi politik terhadap siapapun pemenangan Pilpres untuk keberlanjutan pembangunan di Aceh.

"Pentingnya pendekatan politik karena perencanaan nasional erat kaitan dengan itu. Keberlanjutan Otsus, 2027 habis. Perlu kajian lebih lanjut terkait ada tidaknya efek kekalahan kepemimpinan terhadap pembangunan di Aceh," tutup akademisi UIN Ar-Araniry itu.

Sumber : Aceh Journal Nasional Network (AJNN) 





Kamis, 18 April 2019

Komunitas Tatapan Menggelar Aksi Bersih Pantai


Banda Aceh - Komunitas Tagaseh Tapeujroh Aneuk Nanggroe (TATAPAN) menggelar aksi bakti sosial berupa kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan di pantai Alue Naga, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu (02/12/2018).

Sebagai negara yang sebagian besar wilayahnya adalah laut dan pantai, Indonesia merupakan negara dengan potensi besar keberadaan sampah di laut dan pantai. Hal ini disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat tentang bahaya membuang sampah sembarangan di laut maupun pantai.

Aksi bersih pantai dan laut harus terus dilakukan dan bukan saja tanggung jawab dari pemerintah daerah. Namun, aksi bersih pantai dan laut juga menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran yang lebih luas.



"Aksi bersih pantai ini merupakan sebuah aksi agar masyarakat lebih peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka terutama sadar terhadap lingkungan pantai, kita berharap para pengunjung pantai sadar dan peduli untuk membuang sampah pada tempatnya, walaupun kami melihat pemerintah daerah belum melengkapi fasilitas tempat sampah yang memadai dilokasi pantai" ujar salah satu peserta aksi, Rizki Abyazi.

Mari secara bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, ayo buanglah sampah pada tempatnya. Jangan buang sampah sembarangan ke lingkungan sekitar terutama di pantai, karena keindahan pantai itu milik bersama, pantai bersih masyarakat nyaman .(RA) 

Video cuplikan Aksi bersih pantai


Selasa, 16 April 2019

Komunitas Tatapan Jak Saweu Festival Khanduri Apam (Apam Fair 2019)

Khanduri Apam (Kenduri Serabi) adalah salah satu tradisi masyarakat Aceh berupa pada bulan ke tujuh (buleun Apam) dalam kalender Aceh. Buleun Apam adalah salah satu dari nama-nama bulan dalam “Almanak Aceh” yang setara dengan bulan Rajab dalam Kalender Hijriah. Buleun artinya bulan dan Apam adalah sejenis makanan yang mirip serabi.
Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh untuk mengadakan Khanduri Apam pada buleun Apam. Tradisi ini paling populer di kabupaten Pidie sehingga dikenal dengan sebutan Apam Pidie. Selain di Pidie, tradisi ini juga dikenal di Aceh Utara, Aceh Besar dan beberapa kabupaten lain di Provinsi Aceh.

Komunitas Tatapan sebagai komunitas sosial budaya pada tanggal 16 Maret 2019 lalu menghadiri acara yang sangat fenomenal di kalangan masyarakat Pidie, yaitu Festival Khanduri Apam (Apam Fair 2019). Di acara ini kita mencoba mengulas "History of Apam" yang dimana seperti kita tahu Festival Apam itu berhasil menjadi event atau kegiatan setiap tahunnya bisa disebut ini merupakan kegiatan festivel kuliner tahunan dan menjadi ciri khas masyarakat disana. Banyak pelajaran yang kita ambil dari acara ini, mulai dari cara pembuatan Apam, kenapa Apam itu masih dipertahankan dan pentingnya kelestarikan kebudayaan yang ada.


Jadi buat kalian Kaum Milenial jangan lupa untuk selalu menjaga kebudayaan yang sudah ada dan salam dari seluruh masyarakat Pidie. (RMM)

Diskusi dan Sharing dengan tema Memanusiakan Manusia



BANDA ACEH - Komunitas Tatapan mengadakan Diskusi dan Sharing yang bertema "Memanusiakan Manusia" yang digelar di Universitas Kopi, Minggu (24/2/2019). Narasumber kegiatan ini di antaranya Pegiat Kesehatan Jiwa, Abdillah dan Founder Griya Schizofren Aceh, Khalida Zia.

Memanusiakan Manusia ini merupakan upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya atau berakal Budi, sesama manusia saling menghargai, dan tidak mengadili, bahkan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (OGDJ) pun kita harus menghargai dia, jangan menjauhi dan mengkucilkan dia di dalam masyarakat. Tak sedikit masyarakat yang menyebut ‘orang gila’ terhadap seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental, tak boleh lagi masyarakat menyebut seseorang dengan sebutan ‘gila’ pada orang lain. Namun mereka yang menderita gangguan jiwa disebut dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Hal itu ditegaskan oleh Pegiat Kesehatan Jiwa, Abdillah.

Berpegang lah pada nilai keadilan, kesetaraan, serta nilai persaudaraan. Hak atas pelayanan, kesejahteraan, berpendapat, dan beraktivitas menjadi salah satu cara memanusiakan manusia tersebut. Bahkan seorang yang mengalami gangguan jiwa sekalipun tidak hilang haknya sebagai manusia.

Terimakasih kasih kepada pemateri Kak Abdillah dan Kak Khalida Zia, dan seluruh peserta yang sudah dapat berhadir dalam acara Diskusi dan Sharing ini yang dilaksanakan di Universitas Kopi. (RA)

Video Diskusi dan Sharing tentang Memanusiakan Manusia
https://www.youtube.com/watch?v=CS0OSXMXW2Q

Senin, 15 April 2019

Upgrading Pengurus dan Launching Logo Baru




BANDA ACEH - Dalam rangka memberikan pengenalan dan pembekalan kepada pengurus baru, Komunitas Tagaseh Tapeujroh Aneuk Nanggroe (Tatapan) mengelar acara “Upgrading Pengurus dan Launching Logo Baru” pada Minggu, 14 April 2019, bertempat di Pantai Alue Naga, Banda Aceh. Acara kali ini diikuti oleh 25 pengurus dari pemuda-pemudi yang memiliki rasa kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi.

Upgrading Pengurus sendiri merupakan sebuah kegiatan pelatihan, peningkatan mutu dan pengetahuan tentang Komunitas Tatapan ini. Yang bertujuan untuk meng-upgrade pengurusnya agar bisa menyadari fungsi masing-masing di dalam kepengurusan yang telah diamanahkan dalam setiap struktur Komunitas. Kegiatan ini juga berguna untuk membangun semangat kepengurusan.

Kegiatan ini sebagai upaya untuk merealisasikan visi dan misi Komunitas, sangat perlu melakukan musyawarah untuk mendiskusikan program kerja secara bersama. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan bagi pengurus Komunitas Tatapan. Tetap memaksimalkan kinerja supaya komunitas ini bermanfaat dan berguna bagi semua orang. (RA)





Video Keseruan Kegiatan Upgrading Pengurus Komunitas Tatapan
https://www.youtube.com/watch?v=8Twu5FAWkG8

Komunitas Tatapan Mengelar Diskusi Publik "Dampak Pemilu terhadap Keberlanjutan Pembangunan di Aceh"

Pasca Pilpres, Proyek Strategis Nasional  di Aceh Harus Berlanjut BANDA ACEH - Komunitas Tagaseh Tapeujroh Aneuk Nanggroe (Tatap...